Pohon Baobab
Sabtu, 21 Juli 2012 | 00.05 | 0 Ask
Apa itu Pohon Baobab?
Pohon Baobab atau Asem Buto disebut Pohon Raksasa . Pohon Baobab punya nama latin Adansobia Digitata.
Pohon raksasa ini tingginya mampu mencapai 47 meter, ada juga sekitar 5-30 meter, dengan diameter batang sekitar 7-11 meter.
Pohon ini memang asing di telinga kita karena pohon yang berasal dari Afrika dan Australia ini memang dikenal sebagai pohon aneh. Kamu bisa melihat dari struktur pohonnya yang terbalik.
Mereka menyimpan air di dalam batang mereka, dengan kapasitas di atas 120.00 liter untuk bertahan dalam kondisi lingkungan sekitar mereka.
Beberapa jenis pohon Baobab diduga dapat hidup hingga ribuan tahun, walaupun sulit untuk mengetahui secara tepat usianya karena kulit pohon ini tidak memproduksi kambium seperti kebanyakan pohon berkayu.
Pohon raksasa ini dapat tumbuh di daerah panas, hutan kering, daerah berbatu, hingga daerah dengan curah hujan yang rendah.
Kaya Manfaat
Raksasa ukurannya ternyata manfaatnya raksasa juga loh!hihihi.
Buah Baobab diduga memiliki kandungan vitamin C yang tinggi bahkan hingga enam kali lebih banyak dari jeruk.
Kadar kalsium didalamnya juga lebih tinggi daripada susu.
Daun dari pohon yang dikenal sebagai Asem Buto ini dapat dipergunakan untuk bahan lalap atau sayur, dengan kandungan mineral yang sangat tinggi.
Kulitnya juga dapat digunakan untuk berbagai keperluan masyarakat, seperti bahan membuat tali, dan pakaian.
Selain itu berbagai kandungan zat dalam pohon itu juga dipergunakan sebagai ramuan dalam pengobatan tradisional.
Woww...benar-benar kaya manfaat ya pohon Baobab ini.
Pohon Baobab di Indonesia
Meskipun asli Afrika, pohon raksasa African Baobab ternyata tumbuh juga di Indonesia terutama di daerah Jawa Barat terdapat puluhan pohon Baobab yang telah berusia sekitar 160 tahun.
Bibit pohon Baobab pertama kali masuk ke Indonesia dibawa oleh pedagang dari Timur Tengah dan Afrika sejalan dengan penyebaran Islam di Indonesia.
Terdapat puluhan pohon Baobab yang berusia sekitar 160 tahun di Indonesia tapi sayangnya mereka terancam punah karena banyak yang ditebang, duh...kasihan.
Meski pohon ini kaya manfaat bagi kita tapi kita juga harus melestarikan pohon ini. Jika menebangnya kita jangan lupa untuk menanam bibitnya kembali agar si Baobab tidak punah. (Pipit/kidnesia/berbagai sumber)
Klasifikasi Ilmiah:
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Malvales
Famili: Malvaceae
Genus: Adansonia
Spesies: Adansonia digitata
Pohon Baobab atau Asem Buto disebut Pohon Raksasa . Pohon Baobab punya nama latin Adansobia Digitata.
Pohon raksasa ini tingginya mampu mencapai 47 meter, ada juga sekitar 5-30 meter, dengan diameter batang sekitar 7-11 meter.
Pohon ini memang asing di telinga kita karena pohon yang berasal dari Afrika dan Australia ini memang dikenal sebagai pohon aneh. Kamu bisa melihat dari struktur pohonnya yang terbalik.
Mereka menyimpan air di dalam batang mereka, dengan kapasitas di atas 120.00 liter untuk bertahan dalam kondisi lingkungan sekitar mereka.
Beberapa jenis pohon Baobab diduga dapat hidup hingga ribuan tahun, walaupun sulit untuk mengetahui secara tepat usianya karena kulit pohon ini tidak memproduksi kambium seperti kebanyakan pohon berkayu.
Kaya Manfaat
Raksasa ukurannya ternyata manfaatnya raksasa juga loh!hihihi.
Buah Baobab diduga memiliki kandungan vitamin C yang tinggi bahkan hingga enam kali lebih banyak dari jeruk.
Kadar kalsium didalamnya juga lebih tinggi daripada susu.
Daun dari pohon yang dikenal sebagai Asem Buto ini dapat dipergunakan untuk bahan lalap atau sayur, dengan kandungan mineral yang sangat tinggi.
Kulitnya juga dapat digunakan untuk berbagai keperluan masyarakat, seperti bahan membuat tali, dan pakaian.
Selain itu berbagai kandungan zat dalam pohon itu juga dipergunakan sebagai ramuan dalam pengobatan tradisional.
Woww...benar-benar kaya manfaat ya pohon Baobab ini.
Pohon Baobab di Indonesia
Meskipun asli Afrika, pohon raksasa African Baobab ternyata tumbuh juga di Indonesia terutama di daerah Jawa Barat terdapat puluhan pohon Baobab yang telah berusia sekitar 160 tahun.
Bibit pohon Baobab pertama kali masuk ke Indonesia dibawa oleh pedagang dari Timur Tengah dan Afrika sejalan dengan penyebaran Islam di Indonesia.
Terdapat puluhan pohon Baobab yang berusia sekitar 160 tahun di Indonesia tapi sayangnya mereka terancam punah karena banyak yang ditebang, duh...kasihan.
Meski pohon ini kaya manfaat bagi kita tapi kita juga harus melestarikan pohon ini. Jika menebangnya kita jangan lupa untuk menanam bibitnya kembali agar si Baobab tidak punah. (Pipit/kidnesia/berbagai sumber)
Klasifikasi Ilmiah:
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Malvales
Famili: Malvaceae
Genus: Adansonia
Spesies: Adansonia digitata
Label: flora, pengetahuan



